06 September 2008

Waktu yang tersia-sia

Apa yang lebih membosankan selain menjaga malam? Saat rasa lelah membuat perjalanan terasa menjadi sangat panjang. Dan penantian membuat waktu terasa merambat pelan. Lalu banyak orang yang mengatakan bahwa itulah waktu. Salah satu ciptaan Tuhan yang membuat banyak takut menghadapinya. Apa yang lebih kuat menghimpit kedua pundak kita selain mengalirnya sang waktu. Yang akan selalu merengut hari-hari kita, hingga tanpa sisa.

Satu hal yang pasti adalah setiap orang mempunyai waktu yang sama, yaitu dua puluh empat jam dalam satu hari satu malam sepanjang perjalanan hidupnya. Pertanyaan kita, berapa waktu yang kita siapkan untuk pasangan hidup kita? Tak akan pernah terlalu awal untuk mengucapkan kata-kata yang baik untuk seseorang yang kita sayangi. Tak akan pernah terlalu awal untuk melakukan sesuatu yang membahagiakan untuk pasangan kita. Karena Anda dan saya tidak akan pernah tahu seberapa cepat hal tersebut akan jadi sesuatu yang terlambat dikatakan dan terlambat untuk melakukannya! Maka, katakanlah hari ini, dan lakukanlah hari ini. Jangan tunda sampai besok karena mungkin besok sudah terlambat.

Penyesalan Seorang dokter berpangkat kolonel di suatu negara berprestasi sangat cemerlang. Dengan demikian, dia dipercaya oleh kalangan atas, termasuk Presidennya, untuk merawat kesehatan diri mereka pada dokter yang pandai tersebut. Setiap hari, hidupnya dipenuhi oleh jadwal tugas yang membuat orang lain berdecak kagum karena tidak semua dokter mendapat kesempatan berprestasi seperti itu. Hari demi hari dilalui dengan prestasi yang menjulang. Semakin tinggi dan tak terbilang hadiah dan fasilitas hidup yang menggiurkan diterimanya.

Begitu penuh jadwal hidupnya untuk mengurus orang lain, pergi berhari-hari menemani Jenderal ini dan itu, pergi berminggu-minggu untuk menemani Presiden keluar negeri, dan sebagainya.Untuk bertemu muka dengan istri dan anak-anaknya sungguh hal yang langka. Dan keadaan ini terus berlanjut dari waktu ke waktu. Sampai suatu hari sepulang dari luar negeri menemani dan merawat pejabat tinggi yang sedang sakit, setiba di depan rumahnya, sang dokter melihat tenda terpasang dan kerumunan para kerabat dan tetangganya. Dalam hati sang dokter bertanya : ada apa gerangan di rumahku?

Begitu keluar dari mobil, dia langsung bergegas masuk menguak kerumunan para tamu yang menyampaikan ucapan belasungkawa. Setiba di ruang tamu rumahnya, terbujur jasad sang istri tercinta, wanita yang menjadi belahan jiwanya, wanita yang selama ini ditinggalkannya untuk bepergian menjalankan tugas-tugas untuk merawat dan mempertahankan hidup orang lain. Tapi, satu-satunya wanita yang diinginkan dalam hidupnya saat ini terdiam kaku.

Sang istri meninggal setelah menderita sakit parah yang cukup lama, dan dia tidak mampu merawatnya, apalagi memperpanjang masa hidupnya. Maka, tercenunglah sang dokter. Dia bertanya kemana saja aku ini, kapan terakhir aku makan bersama dengan wanita kesayanganku, kapan terakhir kali aku memeriksa kesehatannya, kapan terakhir kali aku mengucapkan selamat berulang tahun untuknya. Oh, sudah lama. Lama sekali! Sekarang aku ingin mengucapkannya, sekarang aku ingin makan bersamanya, sekarang aku ingin tidur bersamanya, tapi sudah terlambat! Tidak ada hari esok lagi untuk melakukannya.

Seorang penulis tak dikenal telah menuliskan kata-kata yang menggugah perasaan sebagai berikut :
Lebih baik kumiliki setangkai mawar mungil dari kebun seorang sahabat daripada memiliki bunga-bunga pilihan ketika hidupku di dunia harus berakhir.
Lebih baik mendengar kata-kata yang menyenangkan yang disampaikan dengan kebaikan kepadaku pada saat aku hidup daripada pujian saat jantungku berhenti berdetak dan hidupku berakhir.
Lebih baik kumiliki senyum penuh kasih dari sahabat-sahabat sejatiku daripada air mata disekeliling peti jenazahku ketika pada dunia ini kuucapkan selamat tinggal.
Bawakan aku semua bungamu hari ini.
Lebih baik kumiliki setangkai yang mekar saat ini daripada satu truk penuh bunga ketika aku meninggal dan diletakkan di atas pusaraku.

Jangan sampai kita menyesal dalam hidup ini. Hidup terlalu singkat untuk dipakai "tidak peduli terhadap pasangan" serta "merasa kecewa dan marah". Jadikan sentuhan, pelukan, dan kemesraan sebagai alat untuk membangun fondasi yang kuat dalam hal membina hubungan suami-istri. Sama seperti otot, kasih dapat menjadi kuat jika sering digunakan. Sebaliknya, kasih juga bisa mati jika tidak disertai perbuatan.

Mudah-mudah belum terlambat bagi saya dan pembaca untuk memulai mengatakan apa yang seharusnya dikatakan, apa yang seharusnya dilakukan untuk membahagiakan pasangan hidup dan diri kita juga.

Denganmu, ku kan tegar hadapi hidup sesulit apapun.
- Celine Dion, OST Titanic –

Baca selengkapnya......

31 August 2008

Marhaban ya Ramadhan

Akhirnya bulan yang selalu ditunggu-tunggu umat Islam itu datang juga. Penantian yang penuh dengan kerinduan itu menemukan tempatnya. Alhamdulillah, hingga menjelang Ramadhan ini aku masih dikarunia kesehatan oleh Allah. Masih bisa mencoba untuk mendapat segala kebaikan dan kerahmatan Ramadhan.

Mulai besok, Insya Allah aku bisa berpuasa Ramadhan. Aku sudah siap untuk itu. Insya Allah juga bisa menjalankan puasa ini sampai akhir.

Pada kesempatan yang baik ini, aku ucapkan kepada pengunjung blog ini, yang beragama Islam, selamat melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, dosa-dosa orang tua kita, dosa-dosa saudara dan keluarga kita, dosa-dosa teman-teman kita, dan dosa-dosa orang yang kita kenal mau pun gak kita kenal. Semoga Allah menempatkan kita sebagai orang-orang yang selalu dijagaNya dalam kebaikan. Amin ya rabbal'alamin.


Marhaban ya Ramadhan.

Baca selengkapnya......

27 August 2008

Persaingan portal dengan blog..?

Seorang Nurcholis, pendiri CMS Endonesia (www.endonesia.org), pada tahun 2000 pernah bilang begini : "Kenapa membangun blog kalau bisa membangun portal? Blog itu mainan anak-anak. Mulai sekarang tiap orang bisa memiliki portal". Orang menyebutnya sebagai slogan "say no to blog". Ya amplop, itu kan hampir 8 tahun yang lalu. Waktu itu aku sama sekali belum tau apa itu blog. Tapi sudah ada yang bikin kalimat seperti itu.

Amir Sodikin juga nambahin kecenderungan itu pada tulisannya, Geliat portal berita dan senjakala blog, yang dimuat di tekno.kompas.com pada edisi 14 Agustus 2008. Itu karena mudahnya pemakaian CMS (Content Management System) untuk membangun situs berpenampilan magazine. Masa' mudah sih? Buktinya aku belum bisa.

Apa memang begitu ya yang sedang terjadi? Kalau aku lihat-lihat, memang ada beberapa situs portal berita yang mulai bermunculan. Tapi jumlahnya belum banyak juga sih. Bisa dipahami kalau perorangan atau kolektif yang tiba-tiba bikin situs seperti itu. Materi berita sepertinya memang conten yang banyak dicari orang. Dari pada beli versi cetaknya, kenapa gak baca beritanya di internet aja. Banyak pilihan sumber beritanya, gratis lagi. Paling-paling cuma bayar biaya akses internet yang tarifnya sudah makin murah. Iya gak.


Dari gambaran tadi, wajar aja kalau para webmaster menganggap portal berita sebagai situs yang bisa mendatangkan seabrek trafik. Semakin banyak trafik, semakin gampang sebuah situs dikomersialkan alias dijadikan ladang uang di internet.

Lalu, gimana dengan blog? Menurutku, selama masih ada yang mengelola blog dengan baik dan serius, blog gak akan kehilangan pembaca. Ada perbedaan yang terasa dalam penyajian content pada blog dibanding situs berita. Blog biasanya lebih mendetail dalam mengulas topik dibanding situs berita. Artikel spesifik pada blog lebih bernilai arsip dibanding materi berita yang gampang jadi kedaluarsa dalam waktu selisih satu hari. Kenapa aku ngomong seperti itu? Hanya ada satu alasannya, karena aku seorang blogger. Hihihi... Terlalu subyektif ya. Biarin.

Baca selengkapnya......

Pingin tetap fresh di bulan puasa..?

Kurang beberapa hari lagi kita sudah memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang selalu ditunggu oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan yang selalu membawa kebaikan dan berkah. Bulan dimana kita, yang beragama Islam ya, diwajibkan untuk berpuasa. Bulan dimana kita gak bisa lagi ngemil camilan sambil bikin laporan di kantor. Bulan dimana aku gak bisa makan siang lagi di kantin. Terus, makan siangnya dimana? Gak makan siang dong. Lagi puasa koq.

Berhubung sudah dekat sama bulan Ramadhan, postingnya sebaiknya yang bernuansa religius juga ya. Sebagai seorang blogger alias pemilik blog, harus menyuarakan kebaikan juga pada bulan Ramadhan ini. Apa posting sebelumnya gak menyuarakan kebaikan juga? Sudah sih, cuma aja sekarang konteksnya jadi agak berbeda. Cihui, keren juga ya alasannya. Padahal sih astul, asal tulis….

Kali ini aku coba mengetengahkan beberapa kiat agar selalu tetap fresh meskipun sedang berpuasa. Soalnya teman-temanku kalau pas lagi puasa, tampilannya jadi loyo gitu. Termasuk aku juga sih. Ngaku juga dech. Kiat-kiat ini aku ambil dari pengetahuan yang aku dapat dari omongan orang lain, juga baca-baca dari beberapa artikel.

Begini, agar ibadah puasa kita berjalan dengan baik, tentu aja kita harus menjaga kebugaran fisik. Soalnya, berubahnya jadwal makan dari tiga kali sehari menjadi dua kali ada juga dampaknya pada tubuh kita. Yang paling mencolok misalnya penurunan pada berat badan yang umumnya bisa sampai 5%, meskipun ada juga yang naik sampai 2%. Penurunan berat badan terasa banget pada dua minggu pertama saat puasa. Tapi semua itu masih masuk dalam batas normal bagi orang sehat. Kalau aku sih penurunan pada berat jempol kaki. Sepatuku jadi longgar. Hihihi….

Hal yang dikhawatirkan banget ialah jika melakukan kegiatan yang berlebihan adalah menurunnya pasokan cairan tubuh alias dehidrasi. Jika sedang tidak berpuasa, cairan yang hilang dari tubuh bisa lansung diganti. Langsung aja minum, glek..glek..glek. Teratasi deh resiko terserang dehidrasi. Tapi kalau lagi puasa, gak bisa kayak gitu. Batal deh puasanya. Terpaksa cairan tubuh yang kurang baru bisa disupply saat berbuka puasa. Akibatnya, tubuh akan kekurangan air dan ini mengganggu kerja fungsi organ tubuh yang lain.

Jadi, dianjurkan agar menjalankan aktivitas yang tidak terlalu banyak mempergunakan tenaga. Kalaupun ingin melakukan aktivitas yang “berat-berat“ seperti olahraga misalnya, sebaiknya dilakukan saat menjelang berbuka puasa, kira-kira 1 – 2 jam sebelumnya. Bisa juga olahraga dilakukan sesudah berbuka puasa, tetapi sebaiknya 2 –3 jam setelah perut diisi makanan. Tapi biasanya habis buka puasa, lalu makan malam, siap-siap deh ikutan tarawih. Ngapain olah-raga malam-malam, bikin capek aja. Mendingan sholat tarawih, dapat pahal. Iya gak.

Dengar-dengar sih, kita dianjurkan untuk tetap melakukan aktifitas rutin selama puasa asal tidak berlebihan. Hal tersebut untuk merangsang keluarnya hormon antiinsulin yang berfungsi melepaskan gula darah dari “gudangnya”. Kalau kita bermalas-malasan selagi berpuasa, atau terlalu banyak tidur, malah tubuh kita makin kurang energi alias tak bertenaga. Itu semua karena kadar gula dibiarkan menurun secara drastis. Selain tetap giat beraktifitas, mengatur menu saat sahur dan berbuka juga mempunyai peranan yang penting. Soalnya, saat itulah tubuh diisi makanan yang memenuhi syarat gizi agar kebutuhan kalori tercukupi. Gitu aja deh kiat-kitanya. Silahkan kalau ada yang mau nambahin.

Baca selengkapnya......